Dinamika Ketidak Percayaan Diri Remaja (Insecure) dalam Meningkatkan Interaksi Sosial di Panti Asuhan Aisyiyah Kamang Hilia
Keywords:
ketidak percyaan diri, interaksi sosial, remajaAbstract
Self-confidence is a fundamental factor in social interaction. Without it, individuals will face obstacles in building healthy relationships with peers and their surroundings. Adolescents with low self-confidence generally exhibit various negative behaviors, such as an inability to take independent action, hesitation in completing tasks, dependence on others for support, and a tendency to withdraw from social interactions. Furthermore, they often avoid situations requiring interpersonal communication, limit their involvement in social or group activities, and withdraw from social settings. Under certain circumstances, low self-confidence can also lead to aggressive, defensive behavior, and retaliatory behavior perceived as harmful. This study aims to examine the dynamics of self-confidence in orphanage children in an effort to improve their social interaction skills, including the courage to interact, the ability to express opinions, and adjustment to their living environment. This study used qualitative methods with a descriptive approach. Data collection was conducted through interviews and observations involving primary informants, namely children residing at the Aisyiyah Kamang Hilia Orphanage, as well as additional informants, namely caregivers. Data analysis was carried out in stages, beginning with transcribing interview results, followed by filtering and sorting relevant data. The processed data was then presented in descriptive and tabular form, before finally interpreting the research results through drawing conclusions and double-checking the data to ensure the validity of the findings. The results of this study indicate that orphanage youth with low self-confidence tend to exhibit withdrawn behavior, participate less in activities, and exhibit defensive or aggressive behavior as a form of self-protection. Furthermore, a child's readiness before entering an orphanage, particularly regarding attachment to their parents, plays a crucial role in their adjustment. The role of orphanages and counseling services is crucial through mentoring, character building, social skills training, gradual assignment of responsibilities, and positive communication from caregivers. These efforts are necessary to help foster a positive self-concept and improve the quality of social interactions among adolescents within the orphanage. Kepercayaan diri merupakan faktor fundamental dalam menjalin interaksi sosial, karena tanpa adanya keyakinan terhadap diri sendiri, individu akan menghadapi hambatan dalam membangun relasi yang sehat dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitarnya. Remaja yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah umumnya menunjukkan berbagai perilaku negatif, seperti ketidakmampuan mengambil tindakan secara mandiri, keraguan dalam menyelesaikan tugas, ketergantungan pada dukungan orang lain untuk berbicara, serta kecenderungan menarik diri dari pergaulan. Selain itu, mereka sering menghindari situasi yang menuntut komunikasi interpersonal, membatasi keterlibatan dalam aktivitas sosial atau kelompok, dan menjauh dari lingkungan sosial. Dalam kondisi tertentu, rendahnya kepercayaan diri juga dapat memunculkan sikap agresif, defensif, serta perilaku membalas perlakuan yang dianggap merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika ketidakpercayaan diri pada anak panti asuhan dalam upaya meningkatkan kemampuan interaksi sosial, yang meliputi keberanian berinteraksi, kemampuan menyampaikan pendapat, serta penyesuaian diri dengan lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini mennggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dan observasi yang melibatkan informan utama, yaitu anak-anak yang menetap di Panti Asuhan Aisyiyah Kamang Hilia, serta informan tambahan berupa ibu pengasuh. Analisis data dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan proses penyalinan hasil wawancara, dilanjutkan dengan penyaringan dan pemilahan data yang relevan. Data yang telah diolah kemudian disajikan dalam bentuk uraian deskriptif maupun tabel, sebelum akhirnya dilakukan penafsiran hasil penelitian melalui proses penarikan kesimpulan dan pengecekan kembali data untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja panti dengan rasa percaya diri rendah cenderung menunjukkan perilaku menarik diri, kurang berpartisipasi dalam kegiatan, serta bersikap defensif atau agresif sebagai bentuk perlindungan diri. Selain itu, kesiapan anak sebelum masuk panti terutama terkait kelekatan dengan orang tua berperan penting dalam penyesuaian diri mereka. Peran panti asuhan dan layanan bimbingan konseling menjadi sangat krusial melalui pendampingan, penguatan karakter, pelatihan keterampilan sosial, pemberian tanggung jawab bertahap, serta komunikasi positif dari pengasuh. Upaya tersebut diperlukan untuk membantu membentuk konsep diri yang positif serta meningkatkan kualitas interaksi sosial remaja di lingkungan panti.Downloads
References
Fatimah, E. 2010. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik). Bandung : Pustaka Setia
Gerungan. 2009. Psikologi Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama
Harahap, S. R. 2020. Proses Interaksi Sosial Di Tengah Pandemi Virus Covid 19. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan. Vol. 11. No. 1
Hurlock, E.B. (1991). Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Alih Bahasa Istiwidayanti. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hasibuan, Ali Daud. 2020. Pengaruh Konsep Diri, Percaya Diri, dan Keterampilan Interkasi Sosial Terhadap Prestasi Akademik. Jurnal Pendidikan dan Konseling. Vol. 10. No. 2
Hasanah, L., Maula, F., Husna, N., & Shodiqoh, L. 2022. Penanganan Insecure Pada Anak Usia Dini. Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini,
Mastuti, E., & Aswi, H. 2008. Kepercayaan Diri Remaja dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Makassar: Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar
Pratiwi, I. 2017. Hubungan Antara Perilaku Overprotective dengan Penyesuaian Diri Pada Remaja di Desa Bandar Khalifah. Jurnal Edukasi. Vol. 3. No. 2
Pohan, Rizky Amelia. 2023. Hubungan Antara Interaksi Sosial Teman Sebaya Terhadap Kepercayaan Diri Siswa-Siswi di MTS Al- Washliyah 16 Perbaungan. Journal Research and Education Studies. Vol. 2. No. 1
Tapotubun, H. H., & Rahmah, H. 2021. Religiusitas Digital Dan Dimensi Perlawanan Milenial Dalam Ruang Online. Jurnal Sosiologi Reflektif. Vol. 15. No. 2
Wardiansyah Jumi Ardila. 2022. Pengaruh Insecure Terhadap Interaksi Sosial Pada Santri Babun Najah. Jurnal Bimbingan dan Konseling. Vol. 1. No. 1
Zagoto, M. M., Yarni, N., & Dakhi, O. 2019. Perbedaan Individu Dari Gaya Belajarnya Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran. Vol. 2. No.
Downloads
Submitted
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








